Cerita panas

Cerita bokep hot terbaru

Cerita panas – Aku mau cerita pengalamanku beberapa hari yang lalu, pengalaman yang sangat indah buatku, karena berhasil menaklukkan hati seorang janda sekaligus membuatnya menyerah melayani nafsuku yang sudah kutahan sejak lama… hari itu Senin pagi, aku memutuskan untuk tidak pergi kerja, karena memang tubuhku pegal-pegal, minggunya aku kerja bakti seharian dan malamnya ditantang futsal dengan teman-temanku. oh capek banget…
aku bangun sekitar jam 7 pagi, aku memutuskan untuk mandi kemudian sarapan dan tidur-tiduran di depan TV. karena tidak ada rencana keluar rumah aku tiduran hanya mengenakan celana kolor, itupun tanpa celana dalam… tok..tok..tok..
suara pintu seperti ada yang mengetuk, aku teriak “buka aja, ga dikunci kok” ternyata, mbak lidya yang masuk sambil membawa sebuah rantang sepertinya makanan, memang kami sebagai tetangga sering saling mengirim makanan.. tapi yang kuperhatikan bukan makanannya, ya tentu saja tubuhnya. pagi itu dia masih mengenakan baju tidur transparan putih, samar-samar terlihat baju dalamnya berwarna putih juga.. woow… pikiran jorok ku pun melayang…
“udah sarapan mas, ini aku bikin nasi goreng pedes, enak loh, bikinan ku sendiri” kata mbak lidya memecah suasana. “oya mbak makasih… tolong taruh di situ aja” kataku sambil menunjuk meja dekat TV, karena aku malas sekali bangun… pelan-pelan dia menuju meja dan otomatis melewati depanku, sambil tiduran aku melirik ke arah bokongnya, wow gede juga, dan pemandangan yang indah kudapati ketika dia meletakkan rantangnya di meja, agak jongkok terlihat jelas roknya sedikit tersingkap dan terlihat celana dalamnya, oh indahnya…
“boleh ga ikut nonton, lagi nonton apa sich?’ tanyanya dia duduk agak di depanku, aku jawab sekenanya “biasa berita pagi” aku melihat kakinya yang direntangkan terlihat putih mulus… beberapa menit aku perhatikan tubuhnya dari belakang, pikiran kemana-mana, dan sebagai lelaki normal pengin banget aku peluk dia dan entot dia sepuasnya…
di luar sana gerimis mulai turun sepertinya akan hujan, mbak lidya menoleh ke pintu, aku pikir mau pergi. ternyata cuma bertanya “punya jemuran ga, hujan tuh…” “ga mbak, mbak ga jemur” jawabnya, “ga.. udah aku cuci kemarin, boleh ga aku pinjem payung, mau pulang ga bawa payung” “disini dulu aja kenapa, lagian di rumah mau ngapain?” “ah takut ganggu, kamu kalau ga kerja biasanya sedang kecapekan kan, kamu pasti butuh istirahat” “ah gapapa, sukur-sukur mau mijitin” godaku “beneran mau dipijit, upahnya apa” oh aku pikir dia mau marah atau cuek aja, ternyata kena juga godaanku… dia pegangin kakiku sambil memijit-mijit pelan, dan pijitan itu semakin membangkitkan gairahku ga sadar penisku mengeras saat kutahan dari tadi.. “eh ada yang bergerak-gerak tuh…” dia ternyata melihat penisku yang menegang… “hehe iya sory mbak, seperti nya mau dipijit juga dia” aku semakin mencoba menggodanya “aku tutup pintunya, tambah dingin nih, hujannya deres” “oya mbak, sekalian dikunci aja, biar ga ada yang ganggu pijitannya” “ah nakal nih… bentar aku tutup dulu” mbak lidya menuju ke pintu, aku ikutin dari belakang tepat saat dia mengunci pintu aku peluk dia dari belakang, dia diam saja, sepertinya membiarkan aku menikmati tubuhnya, aku gesekin penisku ke pantat gedenya, kuciumi lehernya, dia menggeliat. aku pojokkan dia kepintu dan terus kugesekkan penisku di pantatnya… “ah sabar dong… ” dia membalikkan tubuhnya dan menciumi bibirku…
oh aku semakin tidak tahan.. kubuka kancing bajunya perlahan, dan tampaklah belahan dada putihnya, aku semakin kesetanan kuciumi belahan dada itu… dia mengerang… tanganku mulai meraba vaginanya yang ternyata sudah mulai basah, kusingkapkan roknya dan ku raba terus vaginanya. sepertinya dia juga tidak tahan melawan nafsu, dia buka sendiri tali BH nya, dan menyembulah dua gunung yang semakin membangkitkan gairahku…
kupelorotkan celana dalamnya… dan singkat saja karena memang aku sudah terlalu bernafsu pengin ngentot… kuangkat dia ke sofa sambil terus kuciumi dadanya. aku membuka kolorku dan penisku menegang ingin segera dimasukkan ke vaginanya… dia terbangun, saat itu wajahnya tepat berada di depan penisku, dan sudah kuduga apa yang akan dia lakukan… oh dia mengulum penisku… oh… oh… nikmat sekali penisku pun basah karena air liurnya dan semakin membesar… dia terus kulum dan kulum oh… nikmatnya…
setelah beberapa saat dia seperti capek mengulum, dia kemudian membalikkan tubuhnya dan menungging di atas sofa… aku pun di hadapkan dengan pemandangan yang tak kalah indahnya…
oh gaya doggy style favoritku… ku arahkan penisku ke vaginanya kami melakukan gaya doggy style… kuentot dia…
terus oh… oh.. mbak lidya memang lihai, sambil menggoyang-goyangkan pantatnya dia terus mendesah… aku lanjutkan terus menggenjot penisku di vaginanya… vaginanya semakin basah suara entotan itupun semakin jelas karena basah… tapi penisku sangat hangat dan nyaman di dalam vagina mbak lidya… setelah beberapa saat aku cabut penisku karena seperti ingin orgasme, kuarahkan ke mulut mbak Lidya… mbak Lidya mengemut lagi penisku sambil mengocoknya dengan tangannya… dan ohhhh…. cruuuuttt.. spermaku keluar di mulut mbak lidya…. kami berdua lemas di ruang tamu, dia tertidur di atas sofa dan aku di bawahnya… thanks mbak Lidya, pengalaman ini sudah lama kunantikan,dan akhirnya tercapai juga kuentot dirimu…ohhh… lidya ku sayang pasti akan kuulang, karena vaginamu benar-benar nikmat…