Cerita panas

CERPEN CINTA : RANJANG ITU….

Cerita panas – Sore itu,langit yang biasanya terlihat ceria kali ini tak menampakkan wajah gembiranya,Entah kenapa, tapi sore ini adalah hari yang telah ku tunggu lama kehadirannya.Penantianku selama ini akan terbayarkan sore ini,penantian sebuah janji ,penantian akan sebuah kehangatan dri seseorang yang sayang ku cintai selama ini.Aku cuma berharap semoga sore ini berjalan sebagaimana yang aku harapkan sejak lama.

Namaku Sinta,tidak ada yang spesial bagiku karena aku hanyalah kariawati biasa di sebuah pabrik,kehidupanku juga tidaklah mewah.Aku juga bukan orang yang pandai berhias layaknya orang lain dimasa remaja seperti ini.Yah,aku terlahir di keluarga yang sederhana di pinggiran kota.Tempatku tinggal juga bukanlah sebuah hunian yang layak untuk sebagian orang,namun semua ini yang telah mengajariku artinya bersyukur,mengajariku artinya berjuang.Dinding kamarku yang masih terbuat dari susunan kayu itu menjadi tempatku mengabadikan semua gambar – gambarku dan kenanganku bersama teman – temanku.Buku diariku yang tergeletak dimeja menjadi satu – satunya tempatku berbagi setiap malam,dia yang tahu apa yang ku alami setiap harinya.Dan entah ini derita atau sebuah keadaan yang harus ku syukuri,sebab latar belakangku yang bisa di bilang sederhana telah mengukir rasa tak percaya diri dalam hatiku.Aku menjadi seorang gadis yang pemalu,tak pandai bergaul,dan keadaan ini membuatku seakan jauh dari pandangan lawan jenis,aku takut dengan sebuah hubungan karena yang kutahu sebuah hubungan nantinya hanya akan membuat sakit hati.Mungkin karena pikiran itu selama ini yang membuatku tak pernah merasakan senang atau sakitnya memiliki seorang pacar seperti teman – teman seusiaku pada umumnya.Hari – hari selalu ditemani teman sekomplekku,baik itu laki – laki ataupun perempuan.

Keadaan itu tak selamanya membuatku tidak bisa merasakan cinta pada orang lain,selama ini tidak hanya satu  atau dua anak laki – laki dari sekitar tempatku tinggal yang pernah mengungkapkan perasaannya padakau,namun kembali lagi pada ketakutanku akan sebuah hubungan membuatku mengacuhkan mereka yang katanya jatuh cinta padaku.Aku tahu ini salah,aku tahu seharusnya aku mencoba belajar mencintai orang lain karena kusadar cepat atau lambat aku akan mempunyai sebuah keluarga,tapi aaarrrrgggh,kenapa begitu sulit rasanya percaya pada laki- laki bahkan setelah aku mengenalnya bertahun – tahun.Dari sekian laki- laki yang mengenalku haya ada satu tempatku berbagi semua kisahku.Hanya dia yang bisa mengerti keadaanku selama ini.Dia juga bukanlah orang yang spesial bagi orang lain.Keramahannya,gayanya,dan kata – katanya yang elok seakan bisa menyihir setiap orang yang berada di dekatnya sehingga tak sedikit yang menyukainya baik anak muda ataupun orang tua.

Dia adalah Dani,seorang yang harusnya ku sebut remaja karena usianya,namun tak tahu dari mana ceritanya dia memilih untuk menikah muda.Dialah yang menjadi tempatku menyimpan semua cerita hidupku,dialah yang membuatku nyaman berada diantara teman- teman lelakiku.Entah apa yang kurasakan setiap ku berada di dekatnya,jantungku bedegup kencang saat dia menatapku.Aku tak pernah merasakan jatuh cinta selama ini,apakah ini yang di sebut cinta,mengapa perasaan ini begitu aneh kurasa,mengapa dunia seakan terhenti saat ku bersamanya..?.
Dani adalah seorang laki – laki biasa pada umumnya.Karena pandai bergaul,dia sepertinya akrab dengan siapa saja di lingkunganku.Di kalangan ibu – ibu dia adalah seorang yang mudah menempatkan diri pada keadaan apapun,dikalangan bapak – bapakpun tidak sedikit yang mengenalnya.

Baca Juga: Ngintip Kakakku Di entot Calon Suaminya

Sekian lama waktu berlalu,aku semakin sering berbagi dengannya,mungkin lebih dari 70 % kisah hidupku telah diketahui oleh Dani baik itu kebaikanku ataupun keburukanku.Dan dengan sakitnya harus ku akui,aku jatuh cinta padanya.Cinta yang seharusnya tak tumbuh untuk dirinya,karena ku tahu dia adalah milik wanita lain.Entah apa yang kurasakan ini,cintaku begitu besar padanya,hasrat tuk memilikinya ini sungguh tak dapat kubendung.Dani,,,dengarkan hatiku ini, betapa aku sangat mencintaimu.

Hari demi hari ku lalui dengan pengharapan suatu saat nanti Dani bisa menjadi  milikku meski logika terkadang dengan tegasnya menjawab itu bukanlah hal yang mungkin akan terjadi pada hidupku.Inilah aku,gadis keras kepala yang tak pernah menuruti logika,yang hanya ingin apa yang ku mau menjadi kenyataan.Hingga pada suatu malam yang damai,Dani datang ke sekitar rumahku dan seperti biasanya diapun juga mampir kerumahku ikut bercanda bersama adik – adikku,dia bukanlah ada apa – apa kerumahku itu karena memang dia udah biasa main ke sini.Dan saat itu tanpa sengaja aku dan Dani hanya tinggal berdua,secara tak langsung waktu telah memberiku kesempatan tuk menyampaikan gejolak dalam hati,jeritan rasa yang tak terbendung.Entah ini salah ataupun tidak,yang ku tahu saat itu hanya aku harus mengungkapkan semua isi dalam hatiku padanya,aku harus melakukannya.

“mas Dani,aku tahu ini gila,aku tahu ini tidaklah benar,tapi ijinkan aku bicara serius padamu kali ini,.”
“ada apa Santi,coba bicaralah.”
“kian waktu perkenalan kita,aku telah belajar banyak tentang hidup ini,tentang rasa,tentang cinta,,meski ini tak benar tapi aku tak mampu menyembunyikannya lebih lama lagi,”
“mas Dani,…” sambungku ” setelah semua yang aku lewati selama ini,mungkin hanya saat ini waktu yang tepat,,mas,aku tahu aku salah,aku tahu mas udah punya istri,tapi hati ini tak sanggup lagi tuk menutupinya,aku telah jatuh cinta padamu mas,,maafkan aku yang telah lancang mencintai hati orang lain,tapi inilah aku yang lemah karena cintaku padamu,yang rapuh menanti harapan…”

Terdengar langkah kaki dari balik rumah,dan ternyata itu adalah temanku,,,hati yang masih diliputi rasa cinta mendalam ini,rasa takut,malu,sedih,senang seakan membentuk gumpalan airmataku,.Aku masih terdiam melihat dia yang juga membisu entah bingung atau heran,semua terhentikan oleh kehadiran temanku.Tak mau aku kelihatan dalam keadaan seperti itu,akupun mengalihkan pembicaraan kami pada hal lain hingga tak terasa dia pun berpamitan untuk pulang.

Malam itu,hatiku sangat resah menanti kabar dari mas Dani.Apa yang telah aku lakukan tadi,apa aku membuatnya marah.Seolah pertanyaan – pertanyaan itu silih berganti memenuhi ruang kepalaku.Seketika kesunyian dalam pikiranku terpecah oleh suara saat ponselku berbunyi tanda ada pesan yang masuk,kulihat ponselku kulihat ada pesan masuk.Jleeeb…mataku terbelalak seketika,entah saat itu aku harus teriak atau menangis menjerit,tubuh ini rasanya kaku tak mampu tergerak.Sebuah pesan dari mas Dani membuatku terpaku pada rasa tak percaya.
“hey met malem Sinta,aku ga nyangka kamu sampai seberani itu ngomong ke aku,yah aku atau ini mungkin juga terdengar aneh,tapi asal kau tau juga,aku juga sangat menyayangimu,hsratku juga besar ingin hidup bersamamu,tapi semua terhalang oleh ikatan suci yang telah menjeratku pada satu wanita,jadi jika kau mau ayo kita jalani saja hubungan ini tanpa peduli status kita disebut apa..”

Tak kusangka dia juga memliki perasaan yang sama padaku,akupun tak tahu itu benar atau tidak,aku tak tahu apa itu hanya menghiburku atau dia mengatakan itu hanya karena kasian padaku,tapi diluar apapun itu,aku sangat bahagia saat ini,yang ada hanyalah rasa haru karena cinta yang selama ini aku pendam kali ini terbataskan meski aku tahu cinta ini takkan pernah sampai pada ikatan yang suci.Logikaku seakan dibutakan oleh cintaku sendiri,aku tahu ini pasti akan sangat menyakiti perasaan istrinya karena aku tahu rasanya jadi wanita namun egoku tetap menampiknya.Jika memang hanya ini jalanku meski sakit yang harus kuterima kelak setidaknya cintaku terbalaskan oleh dia yag sangat aku cintai.

Kedekatan aku dan mas Dani kian hari kian intim,sering kali kami membicarakan hal – hal yang tak seharusnya kami obrolkan,namun semua terjadi begitu aja tanpa kami sadari.Rayuan dan pujian darinya buatku tak pernah absen mengisi hariku.Betapa hati ini sungguh damai menjalani ini.Statusku yang hanya seorang “selingkuhan” tak pernah membuatku merasa terhina ataupun terendahkan karena yang ku mau hanya hubunganku bersama mas Dani berjalan terus.Pernah terlintas dalam pikiranku semoga hubungan mas Dani dengan istrinya hancur,itu jahat sekali bagi seorang wanita,namun itulah yang aku inginkan agar aku bisa memiliki dia sepenuhnya.Aku yang tak tahu apa artinya sebuah hubungan kini mulai memahami artinya kasih sayang,memang aku menginginkan kasih sayang yang penuh darinya tetapi aku juga tahu kalau dia memiliki hidup sendiri yang memaksaku menerima sebagian kasih sayang darinya.Aku hanya berharap dan terus berharap semoga hubungan ini suatu saat menjadi nyata bagiku,menjadi benar – benar diketahui oleh semua keluargaku.

Hingga pada suatu ketika,mas Dani mengajakku pergi.Aku bingung apa aku harus senang menerima ajakan itu atau membuang kesempatan berduaan yang entah kapan lagi bisa terjadi ini.Sejenak kumerenung mencoba memikirkan apa yang harus aku lakukan ketika bersamanya.Dan akhirnya ku putuskan aku menerima ajakan itu,waktu dan tempat pertemuan telah disepakati.Lalu pada jam yang telah kami tentukan aku pergi menemuinya diantarkan temanku.Sengaja aku meminta temanku untuk mengantarku bertemu dengannya karena aku tahu tak mungkin kalau dia dengan statusnya datang kerumahku untuk menjemputku.Rasa bahagia yang dalam seketika pecah menjadi senyum lebar dibibirku saat mataku dan matanya bertemu,kerinduan yang selama ini kusimpan kini mulai terbayarkan.Aku tak dapat melukiskan kebahagiaan ini dengan kata apapun,karena semua menjadi sebuah rasa yang menggetarkan hati hingga membuatku kehabisan kata – kata.

Derungan bunyi knalpot mengantarkan kami pada sebuah tempat sunyi dan damai.Villa dan hotel berjejer rapi di pinggiran jalan yang kulalui,entah dia akan membawaku kemana saat itu,aku tak begitu mempedulikannya karena semua telah tertutup kegembiraan ini.Aku tahu dia adalah orang yang baik hingga tak pernah terlintas sedikitpun kalau dia akan berbuat jahat padaku.Hingga sampai pada suatu lorong yang sepi dia membelokkan motornya pada sebuah bangunan yang terlihat sepi.Oh,apa ini,kenpa dia mengajakku kesini,apa yang akan dia lakukan padaku ditempat seperti ini..?.Hatiku mulai gelisah dicecar pertanyaanku sendiri,cemas dan takut yang menyelimuti perasaanku tak mampu aku tutupi pada wajah yang agak pucat ini.Apa ini,siapakah ini,apa benar yang bersamaku saat ini adalah mas Dani yang aku kenal dulu..?.Tak henti – hentinya hatiku bertanya hingga tak terasa motor yang membawa kami kini telah berhenti di sebuah tempat parkir hotel.Aku terdiam sejenak mencoba menenangkan hatiku,apakah aku harus mengikutinya,apakah aku harus pasrah dengan keadaan ini.Tapi aku tak dapat berbuat banyak saat itu,yang ku lakukan hanya mengikuti dia masuk kedalam gedung yang tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau aku akan datang ke sini.Diriku hanya diam bersama irama jatung yang tak beraturan berjalan di belakang orang yang sangat aku cintai itu.

Pintu kamar terbuka,gelap,sepi…kulihat dia mencari tombol lampu untuk membantu menerangi pandangan kami berdua.KLIK… yang kulihat hanya sebuah ranjang indah tertata rapi di sudut ruangan ditemani sebuah lampu tidur yang berdiri tegap disampingnya.Sprei putih yang bersih terlipat rapi diatas ranjang.Aku yang masih tak tahu harus berbuat apa mencoba mendekati ranjang itu dan mendudukan tubuhku yang agak cape karena perjalanan tadi sementara dia langsung masuk ke kamar mandi.Kulihat sekitar ruangan itu,kulihat hiasan – hiasan yang berjejer rapi di tembok.Pandanganku terhenti oleh sosok lelaki yang kurindukan itu telah keluar dari kamar mandi,seketika kututup mataku karena dia hanya memakai handuk.Dia mendekat dan duduk disebelahku,membelai rambutku penuh kasih sayang dan mengecup keningku dengan lembut.Aku tak tau harus berbuat apa,yang kurasakan saat itu hanya ingin memeluknya.Tak kuduga tiba – tiba kami terbaring bersama di atas ranjang yang empuk itu.Pikiranku melayang entah kemana,jantungku seakan mau berhenti dalam keadaan itu.Ingin sekali rasanya ku berteriak namun aku tak mampu melakukannya dalam dekapannya,dan aku tak berdaya,aku tak mampu melawan itu,aku pasrahkan segalanya.Butiran air mata mengalir di pipiku,terbayang wajah – wajah orang tuaku,adik – adikku,dan semua teman – temanku.Ayah,,,Ibu,,, maafkan anakmu yang telah dibutakan oleh cinta,maafkan anakmu yang menyakiti perasaanmu,maafkan aku yang keras kepala ini,sungguh aku tak berdaya…Ibu,,,tolonglah aku yang lemah ini…

Hatiku hancur,benar – benar hancur.Bagai disambar petir,hatiku terasa sangat sakit,oh betapa kejam hidup ini,sungguh cinta itu suatu yang jahat,tak ku kira ternyata cinta yang aku tahu itu indah ternyata seperti ini.Sosok yang selama ini ku kenal,dia yang selalu mengukir senyum diwajahku dengan kejamnya melakukan itu di atas nama cinta.Dia yang ku kira tulus menyayangiku ternyata hanya menganggapku pemuas disaat dia kesepian.Cinta itu kejam,cinta itu omong kosong,,AAAARRRRGGGHHH….

Hanya rasa sesal ini yang kini menemani setiap jengkal waktu yang aku susuri di hidupku,air mata seakan menjadi temanku di setiap malam panjangku.Sungguh pukulan yang sangat keras telah menghantam hatiku saat ini.Ranjang itu yang menjadi saksi bisu akan hancurnya semua masa depanku,ranjang itu yang melihat harapanku seketika pudar menjadi keping – keping sesal,ranjang itu yang memberi tahuku bahwa cinta itu kejam,..

Cinta adalah anugerah yang suci dari Tuhan untuk kita jaga manjadi sebuah rasa kasih sayang yang menjadi pembahagia dalam sebuah hubungan.Kini aku sadar cintaku telah memilih hati yang salah,cintaku yang membuatku hancur.Tuhan tolong jaga semua cinta – cinta suci ini dari hati orang – orang yang kotor,yang mengatas namakan cinta hanya untuk kepuasan dirinya,cukup aku yang harus merasakannya dan jangan biarkan wanita lain dengan cinta tulusnya harus merasakan pedihnya tersakiti.Kini ku coba lanjutkan hidup yang telah hancur ini dengan rasa sesal yang teramat sangat.ku coba paksa senyum ini untuk menyambut datangnya esok yang mungkin saja akan menjadi lebih baik.