Cerita Panas

Goyangan Hot SPG

Namaku Arga, ini kisah cintaku dgn SPG, sekarang ini saya nikmati pekerjaan karna sehari-harinya saya bisa lihat wanita SPG yg cantik yg bertugas di swalayan ini.
Singkat cerita, dari banyak SPG yg bertugas, saya menyimpan hati pada satu diantara wanita yg berwajah cantik dgn body yg super istemewa.

Namanya Tina kurang lebih dia berusia 19 th., dgn tinggi 167cm ukuran dadanya 35B, kulitnya yg mulus, mantap deh menurutku, wanita dambaan banget, tidak basa basi saya mendekatkan diri denganya, kami mengobrol dia respect denganku, sehari-hari kita nyaris selalau berjumpa, kedekatan kami jadi riil.

Namun berhubung tempatnya di swalayan, saya harus juga melindungi image supaya hal semacam ini tidak sampai ke telinga atasanku. Seringkali pada pukul makan saya memberikannya camilan atau makanan penambahan, dari sikapku tersebut, muncul rasa simpati Tina terhadapku.
Jumat sore itu, ku dekatin Tina seraya berkata.

Tin, pulang kelak ku antar ya. Dan Tina juga mengganguk sepakat.

Baca Juga: Aku Dan Kakakku

Pikirkan, rasa-rasanya sdh gak sabaran menunggu jam pulang kerja karna di otak-ku sdh tersusun sebagian gagasan mantap, he.. he Gak tau mengapa akhir-akhir ini senantiasa memikirkan mulusnya badan Tina, gak tahan ingin bngt menikmatinya.

Jam yg dinanti juga pada akhirnya tiba, bergegas saya turun ke lantai dasar bawah ambil motor kesayanganku. Kutunggu Tina di tepi jalan cocok pintu keluar dari mall. Gak lama ku simak Tina keluar bareng rekan-nya 3 orang, dan demikian melihatku, dia pamitan duluan ama temannya di barengi canda beberapa rekannya yg usilin Tina.

Kuberikan helm dan Tina segera melompat duduk di sadel belakang sembari berpegangan pinggangku. Tin, kita segera pulang atau ingin berjalan-jalan dahulu sembari mencari makan? kataku kenceng.
Itu sich cuma pura-puraku saja, walau sebenarnya udah banyak gagasan di otakku ini, hehhee
Nyatanya jawaban Tina bertepatan dgn hasratku.
Kita jalan2 saja dahulu baru nanti malam-an makannya ya.

Aroma wangi di badannya terasanya menyebabkan nafsuku, hingga kupacu motor-ku makin kencang. Tina memeluk pinggangku hingga melekatlah buah dadanya yg kenceng padat di belakang punggungku. Celanaku semakin sesak.

Berniat saya membawanya jalan ke pinggir kota, agar semua rencanaku rampung. Sesudah senang keliling, pada akhirnya sampailah kami dirumah makan yg memiliki nuansa classic di mana tempat tinggal makan itu memiliki alun2 seperti pondok pribadi, jadi apa yg akan kulakuin kelak lebih privasi dan tertutup dari pandangan orang karna pondoknya memanglah bersekat.

Kamu pesan apa Tina? kataku mesra.
Tina pesan pecel lele saja bang.
Saya juga segera pesan pada pelayannya. Apa saja yg ingin ditambah, kutambahkan saja sayuran laen agar banyakan, karna sesudah makan kelak, saya juga ingin makan lagi, namun pasti makan menu yg ISTIMEWA nanti, ha.. ha1

Karna sdh laper banget, kami makan dgn lahapnya sembari sekali kali kusuap nasi ke mulut Tina. Awal-nya dia keliatan malu, namun pada akhirnya dia tertawa geli.
Selesai makan kami duduk bercakap dan perlahan-lahan namun tentu arah bicaraku memancing ke arah seks sembari tanganku merangkulnya.

Perlahan-lahan kucium bibirnya, hmmm, lidahku menelusuri kedalam dan melilit lidahnya. Tina membalas dgn panasnya, hingga k0ntolku semakin mencuat rasa-rasanya, akhhh, Tina mendesis nikmat.

Makin kuberanikan diri dgn memasukkan tanganku kedalam bilik baju seragam-nya dan kuraba payudaranya yg padat sekal.
Tina merintih nikmat rasakan belaianku pada payudaranya. Kusingkapkan BH-nya dan perlahan-lahan memelintir putingnya, ssshh Tina semakin merintih. Saya makin gak tahan. Ku mengeluarkan k0ntolku yg sdh mengacung tegak dgn diameter 4cm panjang sekitaran 17cm.

Tina terperanjat sekali saat lihat k0ntolku yg mengacung tegak itu.
Ihh, gede banget miliki abang, takut Tina bang. Tina belum sempat simak yg besar banget bang kata Tina.
Tidak apa apa kok, Tin. Biasa saja lagi hehehe. Saya menjawab sekenanya.

Kembali kurangsang Tina dgn ciumanku, perlahan-lahan ke telinga dan turun ke leher. Ku kecup perlahan penuh perasaan dan Tina makin mendesah.

akhhh.. bang sstttttt, ouugghh. Tina makin gak tahan. Perlahan-lahan kuraba pahanya yg terbuka dan segera jariku mendarat di ujung selangkanganya. CD-nya masih belum kuturunkan, hanya jariku cuma mengesek belahan meki-nya. Tina mendesis lirih buat saya makin bergairah. Ada lendir basah mengalir merembes keluar. Tina makin gak tahan hingga tangannya menggengam k0ntolku dan mengocok-ngocoknya.

Mendadak kuhentikan serangan ku hingga buat Tina terpana heran, nafsunya yg udah di ubun-ubun berhenti saat itu juga.

Ada apa bang? Bertanya Tina memelas.
Sebentar ya say, janganlah di sini, bahaya, hehehe.. Jawabku.
Tina baru tersadar jika kami masih di pondok tempat tinggal makan.
kita pulang saja ya bang, Tina takut kemalaman dan jujur Tina belum sempat lakukan yg seperti tadi. Tina takut bang. Pinta Tina
.
Ok dech, kita pulang saja ya say. kataku membisik di telinganya. Dalam hati saya terasa tanggung dan ku lanjutkan rencanaku. Kami membereskan baju kami semasing dan jalan keluar. Memek sempit Vs Kontol Jumbo

Sesudah menghidupkan motor-ku, kami meneruskan perjalanan pulang, dan jam sdh tunjukkan jam 21, 20. Di dalam perjalanan, saya berpura-pura sakit perut.
Aduh say, sakit banget perutku habis makan tadi, aduh, ini kelihatannya gak bisa lagi bawa motor.

Tina kebingungan lihat sikapku yg menahan sakit. Kita mencari tempat istirahat bentar ya say, abang gak tahan lagi sakit banget perutnya

Tina berkata,

Iyaa, udah bang kita mencari tempat istirahat dahulu, nanti bila sakitnya ilang, baru jalan lagi.

Saya bersorak girang dalam hati siasatku berhasil nyatanya. Ku picu motorku ke arah motel yg gak jauh lagi tempatnya dan segera ambil kamar. Kita istirahat sebentar ya say, gapapa, janganlah cemas, nanti gak sakit lagi kita segera jalan ya say..
Tina cuma menganguk perlahan karna cemas dgn sakit ku.

Di dlm kamar saya segera merebahkan tubuh ditempat tidur sembari berpura-pura merintih memegang perutku, dan Tina makin cemas saja rasa-rasanya meliahat kondisiku. Kupanggil Tina mendekat dan kuminta dia mengelus elus perutku agar agak reda sakitnya dan Tina menurutinya.

Enak banget pijitan Tina, hingga mataku merem melek jadinya.

Mendadak saya bangkit dan merangkul Tina. Tina terperanjat sekali dan segera ku dekap badannya sembari ku cium bibirnya. Tina gelagapan sembari membalas ciumanku dan perlahan-lahan kembali kurangsang dan kucumbu Tina habis-habisan. Kubuka kancing baju Tina sisi atas dan kubelai dadanya segera. Ku cium perlahan-lahan putingnya dan sekali sekali kusedot. Sshhh. Tina mendesah nikmat.

Tanpa ada sadar kubuka semua bajuya dan CD-nya sembari trs ku jilat lembut dadanya. Ku buka lebar kakinya mengangkang dan bebrapa perlahan ku elus lembut. Mekinya udah basah banget, licin lagi. Saya berkata padanya bila saya sukai bau mekinya Tina. Tina cuma tersenyum lirih.

Perlahan-lahan namun tentu saya juga keluarkan K0ntol ku yg lumayan besar, den menyodor ke arah mulut nya. Dia malu-malu namun ingin mengisap k0ntolku, dgn nikmat yg tidak terhingga saya juga menyebutkan padanya kamu begitu mengagumkan Tina.. aahhh…

Sdh senang dgn kuluman bibir nya, saya juga beranjak bangun dan mencapai tas kecil yg saya bawa. Ku mengeluarkan sebagian bungkus kondom berwarna hitam yg memanglah sdh saya buat persiapan untuk kondisi begini. Berniat saya beli banyak dan yg tuturnya bisa buat tahan lama, karna saya menginginkan nikmati badan Tina hingga pagi.

Selesai menempatkan kondom, saya kembali mengelus meki nya yg demikian putih mulus dgn bulu yg beberapa tidak sering dan perlahan-lahan saya input k0ntol ku ke meki nya. Aaahh sakit banggggg, pelann pelannn…. TeTinak Tina lirih.
Dgn penuh kasihan, saya juga menggoyangkannya perlahan. Sdh masuk separuh k0ntolku kedalam meki Tina.

Raut muka Tina mulai beralih dari menahan sakit jadi menahan enak di selangkangannya. Saya juga dgn gairah yg begitu besar mulai menggoyangkan kembali k0ntolku kedalam meki Tina.

Aahhhh, mmmppphhhh enak banggggg…. Aahhhhh selalu banggg…. terusss… Racau Tina.

Sembari menggoyangkan k0ntol, Jeritan Tante Siska Tak Tahan Kenikmatan Ngentot Denganku saya juga menyibukan diri mengulum dan mengisap habis toket Tina yg menggoda. Saya gigit gigit kecil putingnya sembari tanganku meremas toket yg sampingnya. Tina makin menjadi-jadi. Dijambaknya rambutku dgn kencang.

Aaahh, bang Argaaaaaaa. Enaaaaakkkkk…..

Keringat bercucuran di tubuh Tina. Tampak ia demikian nikmati goyangan k0ntol saya di mekinya. Saya juga makin cepat menggenjot meki Tina yg merasa demikian nikmatnya. Bang, Tina ingin pipis bangggg…. Rintih Tina.

Pipisin saja, say. Gapapa kokkk… balas ku.

Tampak badan Tina mengejang, matanya terbelak dgn mulut yg menganga menahan rintihan.

Tina keluar, bangggg…. Enakkk bangggg! TeTinak Tina sembari menarik badanku supaya k0ntolku masuk makin dalam ke mekinya yg berkedut kencang itu.

Nafas Tina terlihat tersengal-sengal. Bang, itu tadi apa bang? Kok enak banget bang? Bertanya Tina dgn lemas.
Itu namanya orgasme, say. Enak kan? Bertanya ku. Ingin lagi tidak?
Tina mengangguk perlahan. Namun kesempatan ini Tina segera bangkit dari tidurnya. Ia mendorong saya agar tidur di kasur.

Tak tahu setan apa yg merasukinya, Tina yg polos mendadak jadi liar. Tina duduk di atas k0ntol ku dan mengarahkan k0ntol ku dalam mekinya.

Blesssss, demikian k0ntolku masuk semuanya kedalam meki Tina, Tina terbelak dan segera menaik turunkan pinggulnya agar k0ntolku dgn leluasa keluar masuk mekinya yg enak itu.

Uhhhh puasin Tina, banggg, puasin Tinaiii. Tinai sukaaaa….. TeTinak Tina. Saya juga nikmati tiap-tiap desahan dan genjotan mekinya di k0ntolku. Hingga 10 menit Tina menggenjot dan nyatanya Tina akan segera memperoleh orgasme lagi.

Bang, Tinai keluar lagi banggggggg…. Arrggggghh mppphh sssshhhh… aaaaaaaaaarggggg Ceracau Tina. Saat itu juga Tina menggelinjang, badannya yg bercucuran keringat segera jatuh lemas di atas pelukan

ku. Sayangnya saya belum ingin keluar juga. Peluang hasrat saya nikmati Tina hingga pagi bisa terwujud bila begini hehehe.

Saya menggantikan lagi tempat di atas. Tina yg sdh tdk mampu berkata dan berbuat apa-apa tdk lagi saya hiraukan. Sejurus cepat saya input k0ntolku kedalam meki Tina lagi. Ku genjot dgn cepat agar saya bisa keluar.
Aaaahhh, banggg, lemes bangggg… Rintih Tina memelas.

Saya tdk perduli, saya cuma pikirkan bagaimana langkahnya supaya k0ntol ini bisa menjangkau klimaksnya.
Saya genjot selalu meki Tina yg berkedut makin cepat. Demikian enak rasa-rasanya tekanan meki Tina pada k0ntolku yg keluar masuk didalamnya.

Pada akhirnya, saya rasakan gelombang dorongan dari dalam k0ntol yg memaksa keluar. Makin mendekat, dgn cepat saya cabut k0ntol dan kondom yg terpasang. Segera saya tujukan k0ntolku ke muka Tina, dan crottt crottt aaargghhhhh.

Lima semprotan sperma dalam jumlah banyak penuhi muka dan mulut Tina yg terbuka karna menahan nikmat dari orgasme terlebih dulu. Tina kaget demikian terima spermaku yg banyak di muka dan mulutnya. Namun, bukannya geram, Tina jadi menjilat semuanya sperma dan menelannya kedalam mulut.

Bang, enak nyatanya bang… Sini bang… Tina mencapai k0ntolku dan menjilatnya, bersihkan sisa sisa sperma yg ketinggalan.
Bagaimana, Tina. Sukai kan? Bertanya ku lagi.

Tina mengangguk manja masih sembari repot mengisap k0ntolku.

Malam itu saya selalu nikmati badan Tina berulang-kali hingga pagi. Kitapun bolos kerja esok harinya karna tubuh yg merasa rontok karna permainan kami yg demikian liar.

Tina yg kalem juga beralih jadi Tina yg haus k0ntol dan sperma. Seringkali kami mengambil saat dan tempat cuma untuk sama-sama memuaskan diri semasing. Juga pernah kami mengerjakannya di gudang barang sesudah pulang kerja dan toko sdh tdk ada orang lagi.

Related Post